MUSYAWARAH CABANG KE IV PAFI CABANG KABUPATEN WONOSOBO, RM. RESTO ONGKLOK MINGGU, 03 NOVEMBER 2019

Musyawarah Cabang Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Kabupaten Wonosobo dilaksanakan pada hari minggu tanggal 3 November tahun 2019 bertempat di Rumah Makan Resto Ongklok Jln. Diponegoro wonosobo. Acara dihadiri oleh seluruh anggota PAFI cabang kabupaten wonosobo, Ketua pengurus Daerah Jawa Tengah, Korwil Kedu, Kepala Dinas Kesehatan, Ketua Organisasi Profesi yang ada di wonosobo, Narasumber dan Tamu undangan. Bertindak menyampaikan Sambutan dan pengarahan sekaligus membuka acara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo yang diwakilkan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Pengembangan Sumber Daya Kesehatan Bapak Sudarwoto, SKM.,MM. Beliau berpesan Muscab adalah ajang untuk silaturrahmi antar anggota yang jarang sekali bisa dilakukan sebab kesibukan masing-masing individu, di acara seperti inilah bisa berkumpul, mengeluarkan ide dan gagasan serta tempat menjalin keakraban sesama profesi. Selain berkumpul, dengan adanya pelatihan dan informasi akan menambah pengetahuan dan keterampilan Anggota sebagai modal untuk pengembangan diri dalam melaksanakan pengabdian di masyarakat sebagai seorang tenaga profesional di bidang farmasi. Perkembangan arus informasi di milenial dan Revolusi Industri 4.0 memungkinkan kita saling bersaing untuk mengembangkan diri. Ilmu pengetahuan dapat begitu mudahnya Kita peroleh tanpa batas. Namun diharapkan kita mampu menyaring dengan bijak. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ketua Koordinator wilayah Karisidenan Kedu selaku wakil dari Pengurus Daerah Provinsi Jawa Tengah Ibu Dumaria. Beliau menyampaikan ucapan selamat dan sukses untuk pelaksanaan acara Muscab kali ini. Ada beberapa point penting yang harus digaris bawahi ialah perkembangan regulasi dan peraturan pemerintah yang selalu mengalami perubahan dan perkembangan wajib terus diikuti. Tuntutan pengembangan ilmu dan pendidikan juga wajib dilakukan sebab berdasarkan undang-undang Tenaga Kesehatan No. 36 Tahun 2014 menyatakan Setelah 2 tahun sejak diberlakukannya undang-undang tersebut maka Tenaga Teknis Kefarmasian di Bawah Jenjang Pendidikan Diploma 3 akan menjadi Asisten Tenaga Kesehatan. Artinya wewenangnya sebagai penanggungjawab Tenaga kesehatan tidak diperkenankan lagi. Untuk itu pemerintah berupaya membuka Peningkatan pendidikan dengan program RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau), pendidikan penyetaraan Diploma 3 yang ditempuh hanya 2-2,5 tahun lebih singkat.